Skandal Korupsi Besar Mengguncang PT TASPEN, KPK Mendalami Dugaan Penyimpangan Investasi Triliunan Rupiah

Jakarta – Dugaan korupsi besar melanda PT TASPEN (Persero) ketika Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI) mengumumkan investigasi intensif terhadap dugaan tindak pidana korupsi terkait investasi senilai triliunan rupiah.

Kejadian ini kalau benar akan menciptakan goncangan hebat di dunia bisnis dan pemerintahan.

Berdasarkan surat perintah penyelidikan nomor R-39/Lid 01.01/22/01/2023 yang dirilis pada 6 Januari 2023, KPK RI telah memulai penyelidikan mendalam terkait dugaan ancaman investasi di PT TASPEN.

Surat tersebut merujuk pada Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan surat perintah penyelidikan nomor Sprin Lidik-02/Lid 01.00/01/01/2023.

Komisi Pemberantasan Korupsi mengungkapkan bahwa investigasi ini terkait dugaan pelanggaran dana investasi di PT Dana Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri (Persero) dari tahun 2018 hingga 2022.

KPK meminta dokumen-dokumen penting termasuk penangan SK pengangkatan Sekretaris Perusahaan PT TASPEN, struktur organisasi perusahaan, dan peraturan direktur atau SOP internal terkait penempatan investasi.

Tidak hanya itu, KPK juga meminta fotokopi nota dinas, notulen, catatan, serta dokumen terkait investasi PT TASPEN di Reksa Dana HPAM Premium 1 dan Reksa Dana Insight Tunas Bangsa Balanced Fund 2. Dokumen terkait Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) tahun 2018 hingga 2022 juga diminta sebagai bukti.

Para pejabat perusahaan, termasuk Sekretaris Perusahaan dan beberapa anggota tim, diwajibkan mengikuti kesepakatan pada Senin, 16 Januari 2023, pukul 09:30 WIB di Gedung Merah Puth Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia, Jl Kuningan Persada Kav 4, Setiabudi, Jakarta Selatan. Pihak KPK juga telah membuka saluran komunikasi melalui telepon 021-2557-8300 atau 085212111224 untuk informasi lebih lanjut.

Sementara penyelidikan berlangsung, kekhawatiran akan dampak skandal korupsi besar ini terhadap bisnis dan citra PT TASPEN semakin meningkat. Pemangku kepentingan, termasuk karyawan dan nasabah, memantau situasi ini dengan cermat. Perkembangan investigasi dan dampaknya terhadap perusahaan dan pihak terkait tetap menjadi sorotan publik dalam waktu mendatang.

Iskandar Sitorus dari Indonesian Audit Watch berharap KPK memberikan perhatian lebih pada kasus dugaan korupsi PT Taspen yang telah korupsi sejak awal tahun.

Ini sejalan dengan semangat Menteri BUMN yang kerap mendorong upaya pemberantasan korupsi. “Kami yakin Komisioner KPK membongkar dugaan korupsi dalam skala besar di BUMN Taspen. Semoga KPK dan Kementerian BUMN bekerja sama untuk membongkar kebenaran ini. Triliunan tersebut adalah uang negara yang harus dipertanggungjawabkan dengan baik,” tutupnya.***