Saksi Kunci Menjerat TPPU Perusahaan Happy Hilang

JAKARTA– Sudah Dua panggilan,saksi kunci kasus dugaan BTS 4G Kominfo,Jefri alias AK belum juga mendatangi Kejaksaan.

Jefri/AK sebagiamana pemberitaan media berperan sebagai kurir pengantar uang ke tersangka Windi Purnama.

Uang itu diserahkan oleh Jefri di Jalan Praja Dalam. Jefri menyerahkan uang tersebut kepada Windi Purnama yang diduga diperintah oleh penggiat media sosial,Don Adam. Don Adam diduga diperintah oleh tersangka Direktur PT Basis Utama Prima (BUP),Muhammad Yusrizki Muliawan (Yus),perusahaan yang sahamnya 99 persen dimiliki Happy Hapsoro (HH),suami dari Ketua DPR-RI,Puan Maharani.

Informasi yang kami peroleh,Jefri/AK sudah dua kali mendapat surat panggilan dari Penyidik Tindak Pidana Khusus,Kejaksaan Agung.Namun sampai saat ini Jefri belum menghadiri pemanggilan tersebut.

Menurut sumber terpercaya kami yang tidak mau disebutkan namanya,kesaksian Jefri sangat penting.

“Jefri adalah saksi kunci untuk dua tersangka Windi Purnama dan Yusrizki yang berkaitan dengan perusahaan HH dalam dua kasus,terkait perkara Pokok (Tipikor) dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU),”ujarnya.

Lanjutnya,” surat panggilan yang sudah dilayangkan untuk Jefri sudah dua kali,yaitu tanggal 24 Juli dengan nomor surat panggilan:SPS/2376/F.2/Fd.2/07/2023 dan tanggal 31 Juli,” ungkapnya.

Ia berharap,saksi Jefri yang merupakan karywan CV Raga Bangun Energi yang diduga terafiliasi dengan perusahaan BUP milik HH harus kooperatif dan segera menghadiri panggilan dan memberi keterangan yang sebenarnya.

“Kami menduga,saksi Jefri banyak mengetahui peristiwa soal aliran dana dan kami juga menduga,Jefri/AK nomor rekeningnya dipakai untuk mencuci uang hasil kejahatan korupsi BTS 4G dengan pola membeli saham atasnamanya,” terangnya.

Sumber lain kami mengungkapkan; terkait tersangka Windi Purnama dan Yusrizki yang hingga kini belum P21,penyidik terus mengumpulkan keterangan terkait pasal TPPU dan Corporate Crime yang akan dikenakan kepada perusahaan Happy Hapsoro tersebut.***