Respons Publik Terhadap Sikap Jokowi dalam Menentukan Cawapres Prabowo

Jakarta, 23 Oktober 2023 – Lembaga Survei Indonesia (LSI) baru-baru ini merilis hasil survei terkait pendapat masyarakat mengenai kebijakan politik Presiden Joko Widodo yang tampaknya bertentangan dengan PDIP, partai yang mendukungnya. Fokus survei ini adalah terkait kemunculan Wali Kota Solo dan putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, yang telah diumumkan sebagai cawapres Prabowo Subianto dalam Pilpres 2024.

Hasil survei menunjukkan bahwa sebanyak 47,3 persen dari responden berpendapat bahwa Jokowi memiliki hak untuk menentukan kebijakan politiknya sendiri, meskipun hal tersebut tidak selaras dengan pandangan PDIP, partai yang telah lama mendukungnya. Ini berdasarkan keterangan resmi yang dikeluarkan oleh LSI pada hari Senin (23/10).

Di sisi lain, sekitar 30,1 persen dari responden memandang bahwa Jokowi kurang menghormati PDIP, terutama mengingat partai tersebut telah mendukung Ganjar Pranowo sebagai calon presiden dengan kehadiran Gibran sebagai cawapres Prabowo. Sebanyak 22,6 persen responden lainnya memilih untuk tidak memberikan jawaban atau menyatakan ketidakpastian mereka terkait hal ini.

Survei yang dilakukan LSI ini dilakukan sebelum Koalisi Indonesia Maju (KIM) secara resmi mengumumkan bahwa Gibran akan menjadi cawapres Prabowo pada malam Minggu (22/10).

Survei tersebut dilaksanakan dalam rentang waktu antara 16 hingga 18 Oktober 2023, melibatkan 1.229 responden yang berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah. Metode survei yang digunakan adalah melalui telepon dengan metode Random Digit Dialing (RDD). Margin of Error survei ini diperkirakan kurang lebih sebesar 2,9%.

Sementara itu, Presiden Jokowi juga memberikan responsnya terkait potensi pasangan calon presiden dan cawapres dalam Pilpres 2024, termasuk kemungkinan duet Prabowo-Gibran. Dalam kesempatan tersebut, Jokowi menegaskan bahwa semua pasangan calon presiden dan cawapres yang maju dalam Pilpres 2024 dianggap cocok menurutnya.

“Semuanya adalah pasangan yang cocok,” kata Jokowi, usai menghadiri Apel Hari Santri Nasional 2023 di Tugu Pahlawan, Surabaya, pada Minggu (22/10) pagi.