Resmi Rilis Di YouTube Film Dirty Vote Mendapat Kecaman Dari Advokat Senior, Muara Karta.

Beritapolitik24.com- Film Dokumenter “Dirty Vote” mendapat atensi yang luar biasa dari masyarakat Indonesia

Pro dan kontra Film Dirty Vote hingga kini masih terus mengiringi film yang telah ditonton lebih dari 6,7 juta kali tersebut. Perbincangan terkait materi film itu belum surut di media sosial.

Beritapolitik24.com berbicara kepada Praktisi Hukum tentang bagaimana masyarakat semestinya bersikap terhadap Dirty Vote, di tengah riuh rendah tuduhan dan klaim dari berbagai kelompok.

PRAKTISI HUKUM
Advokat senior Muara Karta Simatupang. SH.MM melihat bahwa film Dirty vote pembohongan publik yang dibuat untuk menjatuhkan lawan politik “artinya ini satu kebohongan besar, yang di ciptakan sutradara dan pemain-pemainya yang ditunggangi oleh timses 03” ujarnya

ia beralasan kenapa hanya kecurangan Jokowi yang di pertontonkan ia mempertanyakan anggota kpps yang meninggal tidak di tayangkan
“angota kpps delapan ratus orang meninggal kenapa ini tidak di bahas dalam film” ungkapnya

Muara Karta berharap Komisi Pemilihan Umum (KPU) segera bertindak cepat untuk memproses kasus ini secepatnya karena menurutnya ini sudah memasuki masa tenang, dan masuk dalam pelanggaran “Black campaign”

Film Dirty Vote

Dirty Vote adalah film dokumenter yang digarap oleh Dandhy Dwi Laksono yang sebelumnya juga sudah menggarap sejumlah film dokumenter seperti Sexy Killers, Pulau Plastik, dan Barang Panas.

Ulasan tentang kecurangan-kecurangan yang dilakukan selama masa kampanye disampaikan oleh tiga Ahli Hukum Tata Negara Zainal Arifin Mochtar, Bivitri Susanti, dan Feri Amsari.

Ketiganya mengungkap berbagai instrumen kekuasaan telah digunakan untuk tujuan memenangkan pemilu dan merusak tatanan demokrasi dengan nada netral.

Adapun, film ini tidak dikemas seperti film dengan skenario atau film dokumenter, lebih seperti acara jurnalistik yang statis, dan merangkum berita dan data-data statistik, serta hasil riset.