Rencana Kontroversial Prabowo: 82,9 Juta Orang Dapat Makan Gratis Jika Terpilih

Jakarta, 09 Nov 2023

Bakal calon presiden Prabowo Subianto mengumumkan janji kontroversialnya untuk memberikan makan siang gratis dan bantuan gizi kepada 82,9 juta orang jika terpilih dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Janji tersebut mencakup sejumlah golongan masyarakat yang dianggap membutuhkan dukungan khusus.

Pertama, Prabowo menjanjikan makan siang gratis bagi 74,2 juta anak sekolah atau murid. Kedua, bantuan serupa akan diberikan kepada 4,3 juta santri. Sementara itu, 4,4 juta ibu hamil juga masuk dalam daftar penerima manfaat dari program ini.

Dalam acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia pada Rabu (8/11), Prabowo menjelaskan bahwa program tersebut dirancang sebagai strategi jangka panjang untuk memperbaiki Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia. Ia berharap bahwa dengan pemberian makanan dan bantuan gizi, angka stunting dapat ditekan, dan beban hidup rakyat miskin dapat diringankan.

“Dengan makanan yang kita berikan, kita berharap generasi yang akan datang akan mampu menyongsong Indonesia makmur,” ujarnya.

Meskipun janji ini mendapat sorotan, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Hashim Djojohadikusumo, memastikan bahwa program tersebut memerlukan anggaran sekitar Rp400 triliun. Hashim menyebut bahwa tim ahli mereka telah melakukan perhitungan dan menjamin ketersediaan anggaran tersebut.

Program ini, menurut Hashim, akan melibatkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), serta koperasi. Konglomerat dan perusahaan besar dilarang terlibat dalam program ini.

“Yang suplai barang-barang itu, apakah itu ayam atau kacang hijau, telur, nasi, dan sebagainya, ikan, itu harus UMKM dan harus UMKM lewat Bumdes dan koperasi,” tegas Hashim.

Kontroversi muncul saat Hashim menyatakan larangan bagi konglomerat dan perusahaan besar untuk terlibat, termasuk dirinya sendiri. Meskipun diumumkan sebagai janji pembangunan SDM, kenyataannya masih banyak yang meragukan keterlaksanaan dan keberlanjutan program tersebut dalam skala nasional.