Presiden Jokowi: Hormati Proses Hukum dalam Kasus Firli Bahuri

Kamis, 23 Nov 2023 10:19 WIB

Jakarta — Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan tanggapan singkat mengenai penetapan status tersangka Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri, dalam kasus pemerasan terhadap Syahrul Yasin Limpo (SYL). Jokowi menekankan pentingnya menghormati semua proses hukum.

“Ya hormati semua proses hukum. Hormati semua proses hukum,” kata Jokowi di Biak, Kamis (23/11).

Sementara itu, Koordinator Staf Khusus Presiden, Ari Dwipayana, menyatakan bahwa Istana akan mengambil langkah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang KPK. Meski Ari tidak merinci langkah yang akan diambil, ia merujuk pada pasal yang mengatur pemberhentian pimpinan KPK.

“Ya betul (kebijakan menunggu surat resmi Polri). Koridornya mengikuti ketentuan yang diatur dalam pasal 32, UU 19/2019 tentang Perubahan Kedua UU KPK,” ucap Ari lewat pesan singkat, Kamis (23/11).

Pasal 32 ayat (2) UU KPK menyatakan bahwa pimpinan KPK yang berstatus tersangka harus diberhentikan sementara dari jabatannya.

Sebelumnya, Firli Bahuri diumumkan sebagai tersangka dalam kasus pemerasan terhadap mantan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL). Polda Metro Jaya menetapkan status tersangka setelah melakukan pemeriksaan terhadap 91 saksi dan melakukan gelar perkara. Firli Bahuri dihadapkan pada ancaman hukuman seumur hidup karena diduga melanggar pasal 12E dan/atau pasal 12B dan/atau pasal 11 UU Tipikor juncto pasal 65 KUHP.