KPK Ungkap Aliran Uang Korupsi ke Partai NasDem dalam Kasus Mantan Menteri Pertanian

Jumat, 13 Oktober 2023, 19:46 WIB

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan bahwa jumlah uang yang diduga sebagai hasil korupsi oleh mantan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL), yang mengalir ke Partai NasDem mencapai miliaran rupiah. Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata, mengungkapkan informasi ini dalam konferensi pers pada Jumat (13/10) malam di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.

Dalam kasus ini, KPK menuduh SYL bersama dengan Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, Kasdi Subagyono, dan Direktur Alat dan Mesin Pertanian Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Kementan, Muhammad Hatta, menerima uang sejumlah Rp13,9 miliar. Uang tersebut diduga berasal dari berbagai sumber, termasuk penarikan tunai dari unit-unit eselon I dan II di Kementerian Pertanian, transfer rekening bank, serta pemberian dalam bentuk barang dan jasa. Selain itu, ada juga uang yang diduga berasal dari para vendor yang mendapatkan proyek di Kementan.

Alexander Marwata mengungkapkan, “Terdapat penggunaan uang lain oleh SYL bersama-sama dengan KS dan MH serta sejumlah pejabat di Kementerian Pertanian untuk ibadah umrah di Tanah Suci dengan nilai miliaran rupiah.” KPK terus melakukan penelusuran dan pendalaman terkait penerimaan uang dalam bentuk gratifikasi yang diterima oleh SYL, Kasdi Subagyono, dan Muhammad Hatta.

Dalam kasus ini, SYL dan Hatta telah ditahan selama 20 hari pertama, mulai dari hari ini hingga 1 November 2023, di Rumah Tahanan KPK. Para tersangka disangkakan melanggar berbagai pasal, termasuk Pasal 12 huruf e dan Pasal 12 huruf B Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) yang juga disertai dengan Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. SYL juga disangkakan melanggar Pasal 3 dan/atau Pasal 4 UU 8/2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Sebelumnya, Bendahara Umum DPP Partai NasDem, Ahmad Sahroni, mengungkapkan bahwa fraksi partainya di DPR pernah menerima bantuan bencana alam berupa uang sebesar Rp20 juta dari SYL. Namun, pada saat itu, NasDem tidak mengetahui dari mana sumber uang tersebut berasal.