KPK Jadwalkan Pemeriksaan Pj Gubernur NTB terkait Kasus Korupsi

Sabtu, November 19, 2023, 12:58 WIB

Jakarta — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merencanakan pemeriksaan terhadap Penjabat (Pj) Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Gita Ariadi, pada Senin (20/11). Pemeriksaan ini terkait dengan kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa serta penerimaan gratifikasi yang menjerat Wali Kota Bima periode 2018-2023, Muhammad Lutfi.

Ali Fikri, Kepala Bagian Pemberitaan KPK, mengonfirmasi pemanggilan Lalu Gita Ariadi sebagai saksi dalam perkara yang melibatkan Muhammad Lutfi. Ali berharap Lalu dapat bersikap kooperatif selama pemeriksaan. CNNIndonesia.com belum menerima jawaban dari Lalu Gita Ariadi terkait pemanggilan ini.

Surat yang diterima CNNIndonesia.com menunjukkan bahwa Lalu diminta untuk hadir di Gedung Merah Putih KPK pada 20 November 2023 pukul 10.00 WIB. Selain itu, Lalu juga diminta membawa dokumen terkait Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Tukad Mas General Contructors.

Sejumlah saksi lain, seperti Kabag LPBJ Setda Kota Bima 2019-2020 Iskandar Zulkarnain, Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Kota Bima 2019-sekarang Fahad, dan Kepala Cabang MG Andalan Darto, telah diperiksa oleh KPK dalam proses penyidikan ini.

Kasus ini berawal sekitar tahun 2019 ketika Lutfi, bersama salah satu keluarga intinya, diduga mengondisikan proyek-proyek yang dikerjakan oleh Pemerintah Kota Bima. Pengondisian ini melibatkan permintaan dokumen berbagai proyek di Dinas PUPR dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkot Bima.

Lutfi, yang diduga secara sepihak menentukan kontraktor yang akan dimenangkan, disangkakan melanggar Pasal 12 huruf i dan/atau Pasal 12 B Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor). KPK juga menduga adanya penerimaan gratifikasi oleh Lutfi, yang akan diselidiki lebih lanjut.