Kejagung Mendalami Kasus Korupsi Impor Gula, Dua Pejabat Kemendag Diperiksa

Selasa, 10 Okt 2023, 09:14 WIB

Kejaksaan Agung telah melakukan pemeriksaan terhadap dua pejabat Kementerian Perdagangan sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi yang terkait dengan penyalahgunaan wewenang dalam impor gula. Pemeriksaan dilakukan oleh penyidik dari Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus pada hari Senin (9/10).

Salah satu dari pejabat yang diperiksa adalah Sri Hariyati (SH), yang merupakan Kepala Biro Hukum Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. Ketut Sumedana, Kapuspenkum Kejagung, mengonfirmasi bahwa pemeriksaan dilakukan terhadap SH.

Selain SH, saksi lain yang diperiksa adalah NMKD, yang merupakan Koordinator Bidang Pengawasan Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting di Kemendag. Meskipun demikian, Ketut belum mengungkapkan hasil pemeriksaan terhadap kedua saksi tersebut.

Ketut hanya menjelaskan bahwa pemeriksaan dilakukan untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi berkas dalam penyelidikan kasus yang sedang berlangsung. Dia juga menyatakan bahwa kedua saksi diperiksa terkait penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi dalam kegiatan impor gula di Kementerian Perdagangan dari tahun 2015 hingga tahun 2023.

Sebelumnya, Kejagung telah mengumumkan bahwa mereka sedang mengusut kasus dugaan korupsi yang melibatkan penyalahgunaan wewenang dalam kegiatan impor gula oleh Kemendag. Dugaan penyalahgunaan wewenang tersebut termasuk dalam rangka pemenuhan stok gula nasional dan stabilisasi harga gula nasional.

Menurut Kuntadi, Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus, dalam kasus ini, Kemendag diduga melakukan perbuatan yang melanggar hukum dengan menerbitkan persetujuan impor gula kristal mentah (GKM) untuk diolah menjadi gula kristal putih (GKP) kepada pihak-pihak yang tidak memiliki kewenangan.

Selain itu, Kemendag juga diduga memberikan izin impor yang melebihi batas kuota maksimum yang dibutuhkan oleh pemerintah. Kasus ini terkait dengan kegiatan impor gula yang berlangsung dari tahun 2015 hingga tahun 2023.