Hasto Kristiyanto: PDIP Memberi Keistimewaan kepada Jokowi, Namun Kini Ditinggalkan

Minggu, 29 Okt 2023 13:37 WIB

Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, mengungkapkan perasaan kekecewaan terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi), menyatakan bahwa partainya telah memberikan banyak keistimewaan kepada Jokowi dan keluarganya. Namun, saat ini, mereka merasa ditinggalkan oleh Presiden Jokowi, yang memutuskan untuk tidak lagi mendukung PDIP dalam pemilihan presiden mendatang.

Menurut Hasto, PDIP merasa sangat mencintai dan memberikan privilese yang besar kepada Jokowi, tetapi merasa ditinggalkan karena ada permintaan lain yang potensial melanggar konstitusi dan pranata kebaikan. Hasto mengatakan bahwa mereka awalnya hanya berharap agar situasi ini tidak terjadi, tetapi kenyataannya, hal tersebut terjadi.

Hasto juga merujuk pada kerja keras para simpatisan, anggota, dan kader partai dalam berbagai pemilihan kepala daerah dan pemilihan presiden terakhir. Mereka merasa bahwa upaya tersebut adalah wujud rasa sayang dan dukungan kepada Jokowi.

Hasto mengatakan bahwa keputusan yang diambil oleh Jokowi dalam konteks pemilihan presiden mendatang, termasuk pencalonan putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka, sebagai calon wakil presiden di kubu lawan, merupakan bentuk pembangkangan politik atau “political disobedience” terhadap konstitusi. Menurut Hasto, Indonesia adalah negeri yang mengutamakan moralitas, nilai kebenaran, dan kesetiaan, dan situasi saat ini melibatkan rekayasa hukum di Mahkamah Konstitusi (MK).

Hasto mengakhiri pernyataannya dengan mengutip beberapa ketua umum partai politik yang merasa memiliki pengaruh dalam situasi politik saat ini, menggambarkan berbagai tekanan yang ada di dalam dunia politik.