Dito Ariotedjo Sangat Spesial dapat Dukungan Kejaksaan Agung dan KPK

Jakarta- Dito Ariotedjo, figur yang menarik perhatian Kejaksaan Agung dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), telah mengundang sorotan tajam dalam konteks penegakan hukum.

Terutama, saat kasus Arie Prabowo Ariotedjo ayahnya Dito yang terhubung dengan kasus impor emas PT Antam tetapi masih saja berlarut-larut tanpa perkembangan signifikan.

Terkait laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Dito, terdapat keanehan mengenai hibah yang tidak diusut lebih dalam.

Bahkan, Rafael Alun Trisambodo yang pernah terlibat dalam LHKPN janggal justru diungkap KPK, namun terhadap Dito malah dibelain dengan hanya diminta revisi. 

“Sangat unik untuk mencermati terungkapnya persoalan yang menguak keterkaitan Dito Ariotedjo yang sekarang dikenal sebagai Menpora dengan kasus korupsi BTS 4G di Kejagung RI serta kasus impor emas yang mengaitkan ayah Dito yakni Arie Prabowo Ariotedjo di KPK.

Penyatu ayah-anak ini terkait kinerja KPK adalah saat Dito alami ketidak-laziman model pelaporan LHKPN.

KPK ternyata hanya merespon dengan meminta Dito merevisi LHKPN. Idealnya sih saat itu KPK menyelidiki, tdak hanya dengan revisi,”ujar Iskandar Sitorus sekretaris pendiri Indonesian Audit Watch (IAW) kepada Porosjakarta, Rabu 23/8/2023.

Mungkin bukan karena itu lalu Kejaksaan Agung memberikan dukungan sepenuhnya kepada KPK dalam mengusut kasus BTS BAKTI Kominfo yang melibatkan Menpora Dito Ariotedjo.

Dukungan ini ternyata2 muncul sebagai tanggapan terhadap kesiapan KPK dalam menghadapi laporan masyarakat.

“Kami mendukung KPK untuk mengungkap kebenaran secara tuntas,” tegas Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Ketut Sumedana, pada hari Minggu (20/8/2023).

Menurutnya, kolaborasi dengan KPK dalam penanganan perkara adalah hal yang rutin bagi Kejaksaan.

Ketut mengingatkan bahwa kerja sama semacam ini telah terjadi di masa lalu, contohnya dalam kasus Garuda Indonesia yang melibatkan mantan Direktur Utamanya, serta kasus Duta Palma yang mencatat pelibatan pengusaha sawit ternama, Surya Darmadi.

“Kerja sama seperti ini bukan hal baru bagi kita. Kasus-kasus yang melibatkan gratifikasi dan penyuapan menjadi fokus KPK, sementara hal-hal lainnya kami tangani,” ungkap Ketut.