Bikin Kaget Lukas Enembe Kirim Uang Puluhan Miliar Via Pesawat Jet

Jakarta – Lukas Enembe diduga memerintahkan pengiriman uang puluhan miliar rupiah ke sejumlah perusahaan di Jakarta. Pengiriman uang itu menggunakan pesawat jet.
Perintah mengirim uang puluhan miliar rupiah itu diungkap oleh KPK terkait kasus tindak pidana pencucian uang yang menjeratnya. Keterangan ini didapat setelah tim penyidik KPK memeriksa saksi bernama Selvi Purnama Sari pada Jumat (26/8).

“Saksi hadir dan didalami pengetahuannya antara lain terkait dengan dugaan adanya pengantaran uang puluhan miliar secara tunai menggunakan pesawat jet atas perintah Tersangka LE,” kata Ali.

Selain Selvi Purnama, tim penyidik KPK memeriksa seorang wiraswasta bernama Agus Gunawan. Saksi itu dicecar penyidik mengenai perintah Lukas untuk menukarkan uang belasan miliar rupiah ke mata uang asing.

Satu saksi lainnya juga ikut diperiksa KPK pada Jumat (26/8) bernama Torang Daniel Kaisardo Kristian Gultom selaku Corporate & Legal Manager PT RDG. Dia didalami soal transaksi jual beli pesawat jet yang melibatkan Lukas Enembe.

“Saksi hadir dan didalami pengetahuannya antara lain terkait dengan dugaan adanya transaksi pembelian pesawat jet oleh Tersangka LE,” jelas Ali.

“Pendalaman soal tersebut sedang kami lakukan ya,” kata Ali kepada detikcom, Sabtu (26/8/2023).

Berdasarkan informasi dari sumber detikcom, uang miliaran rupiah tersebut dikirim menggunakan pesawat jet dari Papua ke Jakarta. Uang yang diduga hasil korupsi tersebut lalu didistribusikan ke sejumlah perusahaan.

Pengiriman uang miliaran rupiah tersebut diperintahkan langsung oleh Lukas Enembe. Dikatakan, Lukas Enembe selalu turun tangan langsung mengecek dan menghitung jumlah uang yang dikirimkan tersebut.

Namun belum ada informasi lebih lanjut tentang tujuan Lukas Enembe memerintahkan pengiriman uang berjumlah miliaran rupiah tersebut ke perusahaan-perusahaan di Jakarta. Belum diketahui juga perusahaan-perusahaan yang diduga menerima kiriman uang tersebut.

“Dari Papua ke Jakarta, kemudian didistribusikan ke beberapa perusahaan. Semua ini atas perintah LE (Lukas Enembe). LE selalu update dan turun tangan langsung buat cek hitungan jumlah uangnya,” demikian kata sumber detikcom.

Kasus Lukas Enembe
Lukas Enembe ditangkap di Papua pada Januari tahun ini. Dalam perjalanan kasusnya, Lukas Enembe dijerat dengan pasal gratifikasi, suap, hingga tindak pidana pencucian uang. Kasus suap dan gratifikasinya pun kini telah masuk ke persidangan.

Lukas Enembe didakwa menerima suap dan gratifikasi senilai Rp 46,8 miliar. Jaksa mengatakan suap dan gratifikasi itu diterima dalam bentuk uang tunai dan pembangunan atau perbaikan aset milik Lukas.

Baca juga:
Pengacara soal Dana Makan Rp 1 Miliar Sehari Lukas Enembe: Itu Ada Perdanya
Dalam kasus tindak pidana pencucian uang, KPK sejauh ini juga telah menyita 27 aset milik Lukas yang diduga berasal dari hasil korupsi. Nilai puluhan aset itu mencapai Rp 144,5 miliar.