Basuki Buka-bukaan Rencana Pembangunan Tol Bawah Laut di IKN

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengungkap kabar terkini tol beserta terowongan bawah laut atau immersed tunnel di Ibu Kota Negara (IKN) baru. Saat ini prosesnya masih tahap studi kelayakan.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono buka-bukaan alasan harus ada dua alternatif jalan menuju IKN. Dengan adanya tol laut, waktu tempuh ke IKN hanya 30 menit.


Saat ingin memudahkan masyarakat, pemerintah tidak ingin mengganggu kelestarian flora dan fauna di Kalimantan Timur. Sebab, tol tersebut akan melewati Teluk Balikpapan, yang terdapat flora dan fauna yang harus dijaga.

“Jadi immersed tunnel itu untuk mengamankan flora fauna. Ini kan ada dugong, ada bekantan, kita nggak mau mengganggu bekantan dan dugong. Kalau pakai jembatan, bekantannya pasti dari lingkungannya terganggu,” katanya di Bendungan Sepaku Semoi, Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, Jumat (28/7/2023).

Sementara itu, yang sedang berprogres adalah Jalan Tol IKN dari Balikpapan, yang akan membantu masyarakat menuju IKN dengan jarak tempuh 45-50 menit. Secara keseluruhan, panjang jalan tol menuju IKN dari Balikpapan itu sepanjang 87 km.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kementerian PUPR, Kalimantan Timur, Reiza Setiawan mengatakan kemungkinan dalam waktu dekat sudah bisa tahap lelang. Namun perencanaan dan lelang ini disebut akan memakan waktu cukup lama.

“Tol bawah laut studi kelayakan, jadi mungkin dalam waktu dekat lelang. Lelang dan perencanaannya saja bisa satu tahun karena melibatkan expert dari luar,” katanya.

Baca juga:
Progres Terkini IKN dari Istana Negara-Bendungan, Ada yang Hampir Rampung
Reiza mengatakan pembangunan tol bawah laut menuju IKN membutuhkan waktu 3,5 sampai 4 tahun. Ia memperkirakan masyarakat Indonesia bisa melalui tol bawah laut dalam lima tahun lagi.

“Kemudian akan kita bangun mungkin 3,5 atau 4 tahunan. Jadi mungkin masih lim tahunan, immersed tunnel teknologi pertama di Indonesia,” terangnya.

Kemudian, Kepala Satuan Tugas (Satgas) Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur IKN Danis H Sumadilaga menjelaskan konsep tol bawah laut. Ia mengatakan tol bawah laut yang menjadi referensi Indonesia seperti di Busan, Korea Selatan.

“Sebagai contoh sebagai referensi kita itu di Busan, jadi terowongan aja bukan kayak akuarium. Tetap saja kayak kita masuk terowongan, di atasnya laut. Kaya kita masuk terowongan biasa. Immersed itu kita bikin di darat, kotak, kita bawa, immersed itu ditenggelamkan. Jadi terowongan bawah laut,” terangnya.