Analisis FX Rudy Mengenai Potensi Gibran Menjadi Cawapres Prabowo dan Dampaknya Pada PDIP

Rabu, 11 Oktober 2023, 08:05 WIB

Ketua DPC PDIP Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, menyatakan bahwa jika Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, nantinya menjadi calon wakil presiden (Cawapres) mendampingi Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto, di Pilpres 2024, maka secara otomatis Gibran akan keluar dari PDIP.

Rudy menjelaskan, “Ya otomatis (hangus keanggotaannya) toh ya. Yang mencalonkan itu siapa, di mana, sebagai apa?” Ia menegaskan bahwa jika seseorang pindah partai, maka secara otomatis akan kehilangan keanggotaan di partai sebelumnya.

Rudy mengaku bahwa dirinya tidak keberatan jika Gibran menjadi Cawapres Prabowo, dan menurutnya, keputusan itu adalah hak Gibran selama memenuhi syarat yang ditetapkan undang-undang.

Namun, menurut UU Pemilu No. 7 Tahun 2017, usia minimal calon presiden dan calon wakil presiden adalah 40 tahun, sedangkan Gibran saat ini baru berusia 36 tahun. MK saat ini masih memproses gugatan uji materiil terkait pasal tersebut.

MK dijadwalkan menggelar sidang putusan uji materiil terkait Pasal 169 huruf q UU Pemilu pada Senin, 16 Oktober 2023. Selain itu, Rudy juga mencatat bahwa perpindahan politikus dari satu partai ke partai lain adalah hal yang biasa, dan menegaskan bahwa PDIP tidak mempersoalkan perpindahan partainya oleh para kadernya.

Nama Gibran telah disebut-sebut sebagai kandidat kuat yang akan mendampingi calon presiden dari Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Isu ini semakin santer karena beberapa kelompok relawan telah mengusulkan pasangan Prabowo-Gibran menjelang Rakernas Pro Jokowi (Projo) dan Putusan MK terkait batas usia calon presiden dan calon wakil presiden dalam Undang-undang Pemilu.

Sebagai informasi tambahan, Gibran adalah kader PDIP sejak 9 September 2019, dan dalam Pemilu 2024, PDIP mencalonkan mantan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, sebagai bakal calon presiden.